
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup tahun 2025 dengan kinerja yang sangat memukau. Sepanjang tahun ini, indeks acuan pasar modal Indonesia tersebut berhasil tumbuh sebesar 22,13%, sebuah capaian yang jauh melampaui ekspektasi awal tahun. Momentum positif ini ditandai dengan pemecahan rekor tertinggi sepanjang masa (All Time High/ATH) sebanyak 24 kali, yang sebagian besar didorong oleh lonjakan harga saham di sektor teknologi yang menjadi primadona baru.
Menariknya, reli panjang IHSG ini terjadi di tengah fenomena aksi jual bersih (net sell) oleh investor asing yang mencapai total Rp17,34 triliun. Data ini menunjukkan bahwa kekuatan investor domestik kini semakin dominan dan mampu menopang pasar secara mandiri, mengurangi ketergantungan bursa terhadap aliran dana asing yang selama ini menjadi penggerak utama. Partisipasi ritel dan institusi dalam negeri terbukti menjadi bantalan kuat saat asing keluar.
Meskipun kinerja domestik sangat solid, para analis tetap mengingatkan pelaku pasar untuk waspada memasuki tahun 2026. Besarnya arus keluar dana asing tetap menjadi sinyal peringatan terkait persepsi risiko global terhadap pasar negara berkembang. Ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi dapat memicu volatilitas sewaktu-waktu, sehingga diversifikasi dan strategi investasi yang hati-hati tetap diperlukan.
